Senin, 05 Oktober 2015

Tentang Bahasa Indonesia

Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.
Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, karena dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat berabagam. Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat penting digunakan. Karena bahasa merupakan simbol yang di hasilkan menjadi alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa. Baik menggunakan bahasa secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh. Bahkan saat kita tidur pun tanpa sadar kita menggunakan bahasa.

Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi bahasa :
  • Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
  • Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca.
  • Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya.
  • Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
  • Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
  • Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
  • Alat mengidentifikasi diri.
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi :
  • Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
  • Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain
  • Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
  • Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
  • Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan  informasi
Fungsi bahasa Indonesia :
  • Bahasa resmi kenegaraan
  • Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
  • Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan   pelaksanaan pembangunan nasional serta  kepentingan pemerintah
  • Alat pengembangan kebudayaan
Fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa baku :
  • Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
  • Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
  • Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise.
  • Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa

Ragam Bahasa

Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia berjumlah sangat banyak dan tidak terhadap. Maka itu, ia dibagi atas dasar pokok pembicaraan, perantara pembicaraan, dan hubungan antarpembicara.

Ragam bahasa menurut pokok pembicaraan meliputi:
1.  ragam undang-undang
2.  ragam jurnalistik
3.  ragam ilmiah
4.  ragam sastra
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara dibagi atas:
·      ragam lisan, terdiri dari:
1.     ragam percakapan
2.     ragam pidato
3.     ragam kuliah
4.     ragam panggung
·      ragam tulis, terdiri dari:
1.     ragam teknis
2.     ragam undang-undang
3.     ragam catatan
4.     ragam surat-menyurat
Dalam kenyataannya, bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk:
1.  komunikasi resmi
2.  wacana teknis
3.  pembicaraan di depan khalayak ramai
4.  pembicaraan dengan orang yang dihormati
Selain keempat penggunaan tersebut, dipakailah ragam bukan baku.

Bahasa Indonesia/EYD
I. Pemakaian huruf

A. Huruf abjad. Ada 26 yang masing-masing memiliki jenis huruf besar dan kecil.
B. Huruf vokal. Ada 5: a, e, i, o, dan u. Tanda aksen é dapat digunakan pada huruf e jika ejaan kata menimbulkan keraguan.
C. Huruf konsonan. Ada 21: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
1.     Huruf c, q, v, w, x, dan y tidak punya contoh di akhir kata.
2.     Huruf x tidak punya contoh di tengah kata.
3.     Huruf q dan x digunakan khusus untuk nama dan keperluan ilmu.
D. Huruf diftong. Ada 3: ai, au, dan oi.
E. Gabungan huruf konsonan. Ada 4: kh, ng, ny, dan sy.
F. Huruf capital
1.     Huruf pertama kata pada awal kalimat
2.     Huruf pertama petikan langsung
3.     Huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan
4.     Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang
(tidak dipakai jika tidak diikuti nama orang)
5.     Huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, instansi, atau tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang
(tidak dipakai jika tidak diikuti nama orang, instansi, atau tempat)
huruf pertama nama jabatan atau instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya
6.     Huruf pertama unsur-unsur nama orang
(tidak dipakai pada devandervondabin, atau binti)
 huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran
(tidak dipakai untuk nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran)
7.     Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
(tidak dipakai untuk nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan)
8.     Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan unsur-unsur nama peristiwa sejarah
(tidak dipakai untuk peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama)
9.     Huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi dan unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi
(tidak dipakai untuk unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi dan nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis)
nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya
10.               Huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti danolehatau, dan untuk
(tidak dipakai untuk kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi)
11.               Huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan
12.               Huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti dikedaridanyang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal
13.               Huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.
14.               Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan
(tidak dipakai jika tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan)
15.               Huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan
16.               Huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu.
G. Huruf miring
1.     Menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan
2.     Menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata
3.     Menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia (Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi)
Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia
H. Huruf tebal
1.     Menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran
2.     Tidak dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring.
3.     Menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi dalam cetakan kamus
II. Penulisan kata
A. Kata dasar. Ditulis sebagai satu kesatuan
B. Kata turunan
1.     Ditulis serangkai dengan kata dasarnya: dikelolapermainan
2.     Imbuhan ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya, tapi unsur gabungan kata ditulis terpisah jika hanya mendapat awalan atau akhiran: bertanggung jawabgaris bawahi
3.     Imbuhan dan unsur gabungan kata ditulis serangkai jika mendapat awalan dan akhiran sekaligus:pertanggungjawaban
4.     Ditulis serangkai jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi: adipatinarapidana
5.     Diberi tanda hubung jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital: non-Indonesia
6.     Ditulis terpisah jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar:maha esamaha pengasih
C. Bentuk ulang. Ditulis lengkap dengan tanda hubung: anak-anaksayur-mayur
D. Gabungan kata
1.     Ditulis terpisah antarunsurnya: duta besarkambing hitam
2.     Dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan untuk mencegah kesalahan pengertian: alat pandang-dengaranak-istri saya
3.     Ditulis serangkai untuk 47 pengecualian: acapkaliadakalanyaakhirulkalamalhamdulillahastagfirullah,bagaimanabarangkalibilamanabismillahbeasiswabelasungkawabumiputradaripadadarmabakti,darmasiswadukacitahalalbihalalhulubalangkacamatakasatmatakepadakeratabasakilometermanakala,manasukamangkubumimatahariolahragapadahalparamasastraperibahasapuspawarnaradioaktif,sastramargasaputangansaripatisebagaimanasediakalasegitigasekalipunsilaturahmisukacitasukarela,sukariasyahbandartitimangsawasalam
E. Suku kata - Pemenggalan kata
1.     Kata dasar
1.     Di antara dua vokal berurutan di tengah kata (diftong tidak pernah diceraikan): ma-in.
2.     Sebelum huruf konsonan yang diapit dua vokal di tengah kata: ba-pak.
3.     Di antara dua konsonan yang berurutan di tengah kata: man-di.
4.     Di antara konsonan pertama dan kedua pada tiga konsonan yang berurutan di tengah kata: ul-tra.
2.     Kata berimbuhan: Sesudah awalan atau sebelum akhiran: me-rasa-kan.
3.     Gabungan kata: Di antara unsur pembentuknya: bi-o-gra-fi
F. Kata depandike, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali daripadakepadakesampingkan,keluarkemariterkemuka
G. Partikel
1.     Partikel -lah-kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya: betulkahbacalah
2.     Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya: apa punsatu kali pun
3.     Partikel pun ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya untuk adapunandaipunataupun,bagaimanapunbiarpunkalaupunkendatipunmaupunmeskipunsekalipunsungguhpunwalaupun
H. Singkatan dan akronim
1.     Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik: A.S. Kramawijaya,M.B.A.
2.     Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik: DPRSMA
3.     Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik: dst.hlm.
4.     Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf diikuti tanda titik pada setiap huruf: a.n.s.d.
5.     Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik: cmCu
6.     Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital:ABRIPASI
7.     Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital: AkabriIwapi
8.     Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil: pemilutilang
I. Angka dan lambang bilangan.
Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor yang lazimnya ditulis dengan angka Arab atau angka Romawi.
1.     Fungsi
a.     menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi (ii) satuan waktu (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas,
b.     melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat,
c.      menomori bagian karangan dan ayat kitab suci,
2.     Penulisan
a.     Lambang bilangan utuh dan pecahan dengan huruf
b.     Lambang bilangan tingkat
c.      Lambang bilangan yang mendapat akhiran –an
d.     Ditulis dengan huruf jika dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan
e.      Ditulis dengan huruf jika terletak di awal kalimat. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat
f.       Dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca bagi bilangan utuh yang besar
g.     Tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi
h.     Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat
J. Kata ganti
1.     Ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya: kusapakauberi
2.     Kumu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya: bukukumiliknya
K. Kata sandangsi dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya: sang Kancilsi pengirim
III. Pemakaian tanda baca
A. Tanda titik
1.     Dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan....
2.     Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar (tidak dipakai jika merupakan yang terakhir dalam suatu deretan)
3.     Dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu
4.     Dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka
5.     Dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya (tidak dipakai jika tidak menunjukkan jumlah)
6.     Tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya
7.     Tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat
B. Tanda koma
1.     Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan
2.     Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan
3.     Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya (tidak dipakai jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya)
4.     Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi
5.     Dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat
6.     Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat (tidak dipakai jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru)
7.     Dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan
8.     Dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
9.     Dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki
10.               Dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga
11.               Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka
12.               Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi
13.               Dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca
C. Tanda titik koma
1.     Dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
2.     Dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk
D. Tanda titik dua
1.     Dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian (tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan)
2.     Dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
3.     Dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
4.     Dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan
E. Tanda hubung
1.     Dipakai untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh penggantian baris (Suku kata yang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris)
2.     Dipakai untuk menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris (Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris)
3.     Dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang
4.     Dipakai untuk menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal
5.     Dapat dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata
6.     Dipakai untuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan -an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap
7.     Dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
F. Tanda pisah
1.     Dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat
2.     Dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas
3.     Dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'
4.     Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya
G. Tanda Tanya
1.     Dipakai pada akhir kalimat Tanya
2.     Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya
H. Tanda seru
1.     Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat
I. Tanda elipsis
1.     Dipakai dalam kalimat yang terputus-putus
2.     Dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan
3.     Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat
J. Tanda petik
1.     mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain
2.     mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
3.     mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus
4.     Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
5.     Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat
6.     Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris
K. Tanda petik tunggal
1.     mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
2.     mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing
L. Tanda kurung
1.     mengapit keterangan atau penjelasan
2.     mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan
3.     mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan
4.     mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan
M. Tanda kurung siku
1.     mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli
2.     mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
N. Tanda garis miring
1.     dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim
2.     dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap
O. Tanda penyingkat
1.     menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun

PILIHAN KATA

Kata Kajian
Kajian berarti hasil mengkaji, adalah :
·        Kata yang perlu ditelaah lebih jauh maknanya kerena tidak bisa langsung dipahami oleh semua orang.
·        Kata yang dipakai untuk suatu pengkajian atau kepentingan keilmuan.
·        Kata yang dipakai oleh para ahli/ilmuwan dalam bidangnya.
·        Kata yang dikenal dan dipakai oleh para ilmuwan atau kaum terpelajar dalam karya-karya ilmiah. 

Kata Populer
Kata Populer adalah kata yang dikenal dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. 
Contoh: kata gelandangan lebih dikenal daripada kata tunakarya.

Kata Populer
Kata Kajian
Kegiatan
Aktivitas
Penyaring
Filter
Merenung
Kotemplasi
orang sakit
Pasien
Lulusan
Alumnus
Peringkat
Rangking
Menilai
Mengevaluasi
koreksi diri
Introspeksi
Isi
Volume
Sasaran
Target
Dorongan
Motivasi
Khayalan
Imajinasi
tidak nyata
Fiktif
Perangai
Karakter
Rencana
Agenda
Pendapat
Argument

Referensi

Jumat, 18 September 2015

Lihatlah ke langit~

Lihatlah ke langit bulan yang indah itupun muncul lagi...
Menyebarkan kebahagiaan diseluruh dunia...
Sedangkan diriku, tak berguna dan tak memiliki harapan...
Bermimpi di kesunyian yang terjadi berulang-ulang...

Dalam kesunyian ini aku ingin ditemukan seseorang...
Melihat ke langit kemudian berteriak...
Ingin kabur tapi tak bisa...
Tak bisa bayangkan masa depan yang cerah...

Hey, dalam kesunyian ini aku ingin ditemukan seseorang...
Terbang tinggi di angkasa seperti kupu-kupu...
Dengan sepasang sayap rapuhnya...
Memandangi bintang di langit malam...

Beritahukan padaku kalau sekarang giliranku...

Minggu, 26 Juli 2015

Hei~

Hei, siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?
Aku sedang memikirkanmu

Ketika aku membuka jendela
Ah, aku bisa merasakan bau malam,
Sekarang wajah siapa yang melayang dalam pikiranku?

Ketika aku basah kuyup dalam hujan yang dingin,
Hanya kaulah yang mengulurkan tangan padaku

Aku ingin tahu, mengapa kau selalu
menjadi orang yang mendukungku?
Setiap kali itu kau lakukan,
Membuatku semakin jatuh cinta

Hei, apa yang kau lakukan, aku juga ingin bertemu denganmu.
Jatuh cinta itu sangat menyakitkan.
Kau selalu menjadi alasan dibalik
Kebahagiaan dan kesakitanku

Aku berpura-pura tak peduli padamu
Dan hari ini lagi-lagi berlalu begitu saja
Meskipun nyatanya kau berada di pikiranku
Membuatku muak dengan perasaanku sendiri

Mengapa pada orang yang kucintai
aku tak bisa jujur?
Padahal aku selalu
merasa kesepian dan sedih

Hei, aku berharap kau menyadari
Ketika aku bilang aku baik-baik saja
sebenarnya aku menangis
Sambil menatap langit malam
dan melihat indahnya bintang-bintang
Aku berharap kau berada di sini bersamaku

Andai aku bisa berada di sisimu…

Hei, siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?
Mengapa aku tak bisa menahan perasaanku?

Hei, aku sungguh ingin bertemu denganmu.
Jatuh cinta sangat menyakitkan, kan?
Kau selalu menjadi alasan di balik
Kebahagiaan dan kesakitanku

Aku sedang memikirkanmu sekarang.

Hei, aku sungguh ingin bertemu denganmu.

Senin, 08 Juni 2015

Cerita Ku~

Pada suatu Hari... Turunlah seorang bidadari...
Mungkin awalanya tak menarik hati...
Entah kenapa aku lebih tertarik pada orang lain...
Namun tanpa sadar lebih membicarakan bidadari itu...
Saat itu aku terluka karna orang yang menarik ku...
Disitulah aku mulai berbicara dengan sang bidadari...
Awalnya biasa saja, seketika sering berbicara bersamanya...
Bercanda gurau dengannya... Dan mulai tertarik dengannya...
Sampai tak ingin melepasnya...
Rasa ragu itupun muncul seketika didalam hatiku ini...
Apakah ini arti dari semua itu?
Tuhan tahu mana yang terbaik...
Disaat itulah ku mulai berjuang mendapatkan bidadari itu...
Banyak sekali cobaan untuk mendapatkannya...
Sampai pada akhirnya putus asa...
Tapi Tuhan tak pernah berhenti memberiku petunjuk...
Mungkin tanpa sadar ku mengajaknya untuk bertemu...
Tiba hari itu bertemu dengannya...
Ku pun merasa gugup untuk mengungkapkan suatu perasaan yang terpendam waktu itu...
Tetap tekadku untuk memberanikan diri berbicara langsung padanya tentang perasaan tulus kepadanya...
Sejenak setelah ku mengungkapkannya... Rasa jantung berdetak lebih kencang dari sebelumnya...
Sambil menunggu jawaban darinya... Beberapa menit kemudian dia berbicara, memberikan jawaban itu...
Yang telah lama inginku dengar darinya langsung...
Dan ia berkata "Iya." dan beberapa kata untuk meyakinkan diri...
Saya hanya bisa meyakinkannya untuk membuatnya percaya hingga kini...
Dia telah menjawab semuanya... Apakah ini jalan yang benar?
Yakinlah pada suatu hal...
Semua pasti ada hikmahnya... Maka jalanin saja terlebih dahulu...
Kedepannya biar Tuhan yang menentukan itu semua...
Dan sampai saat ini ku masih bersamanya...

Rasa Cinta Tulus ini takkan Rapuh...
Bosan pasti ada... Disaat itulah kita harus mempertahankannya...
Dan mengingat akan hal usaha kita, kenangan bersamanya...

Hanya ini yang bisa ku ceritakan...
Buatmu bidadariku... I LOVE YOU~
ASM~ @sekarz

Minggu, 10 Mei 2015

Masa Depan~

Tak apa-apa bagiku
Menanggung semua keburukanmu
Akankah kau tak bisa sembuh sampai kapanpun
Hari ini pun aku dengan tenang meggenggam tanganmu lagi

Walaupun dunia mengusirmu
Karena aku kan berada di sampingmu
Tak apa janganlah kau takut, bukalah pintu

Masa depanmu adalah masa depanku
Jika kau ada, aku takkan takut pada apapun
Ikatan tangan ke tangan yang menyambungkan kita
Mari menggengam erat seolah takkan terpisah

Harapan~

Di sini, sekarang aku akan terlahir kembali
melampaui langit yang kupandangi ini
Karena dalam telapak tangan
yang kukepalkan erat ini
tersembunyi secercah harapan terpendam

Aku menyadari,
bahwa pemandangan yang terbentang luas
di depan mataku ini sebenarnya amatlah kecil
Seandainya aku bertemu lagi denganmu,
Dunia ini bisa aku putar dengan mudah

Begitu banyak hal yang tak kupahami,
Ingin tertawa saja rasanya
Tapi semua itu adalah bukti
Bahwa aku masih bisa maju lebih jauh lagi

Sambil membawa serta
Hasrat yang tak bisa kuabaikan
Aku terus mengejarnya, nun jauh di sana
Kupertaruhkan segala yang kumiliki demi mencapai
Puncak yang tak diketahui siapapun

Kau bersembunyi di balik hal-hal sederhana
agar kau tak kehilangan segala yang luar biasa
Seandainya saja,
kau mencoba merubah sudut pandangmu
Segala makhluk hidup
akan terlihat berbeda dari biasanya

Tak perlu menjadi sama dengan yang lain
Janganlah hanya berdiri dan terdiam saja
Tunjukkanlah, hari itu, di tempat itu juga
Betapa luar biasanya dirimu

Janganlah takut, tebas dan bukalah jalanmu
Angankanlah pemandangan yang baru
Teori dan makna tak kau perlu,
Puaskan saja hasrat hatimu

Ah
Bermandikan hari-hari yang manis dan pahit
Kita menyadari, kita belajar, bahwa ada hal
yang hanya kitalah yang bisa melakukannya

Sambil membawa serta
Hasrat yang tak bisa kuabaikan
Aku terus mengejarnya, nun jauh di sana
Meski aku terjatuh di puncak
yang tak diketahui siapapun, sekarang juga

Aku akan terlahir kembali, ribuan kali
melampaui langit yang kupandangi ini
Karena dalam telapak tangan
yang kukepalkan erat ini
tersembunyi secercah harapan terpendam

Minggu, 03 Mei 2015

Kasus Investasi Bodong, Meledak Jelang Lebaran

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat mewaspadai pihak yang menawarkan investasi dengan tingkat pengembalian tinggi. Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Gontor Riantori, Jumat (17/5), mengatakan, investasi semacam itu wajib dipertanyakan serta diwaspadai.

Menurut dia, cara paling mudah mendeteksi apakah investasi aman adalah membandingkannya dengan tingkat pengembalian keuntungan di lembaga-lembaga keuangan yang ada, serta dengan melihat suku bunga perbankan. Ia memberikan contoh, pada tahun lalu patokan nilai investasi tertinggi di Indonesia 10 persen. Kemudian, bila ada pihak yang menawarkan diatas 10 persen, bahkan 10 persen per bulan atau 120 persen per tahun, langsung harus diwaspadai.
Selain itu, pastikan lembaga yang menawarkan investasi memiliki izin dari otoritas berwenang, serta mencari tahu siapa pihak yang ada di balik investasi itu. Jika mereka mengatakan telah memiliki izin dengan menunjukan nomor izin, jangan langsung percaya. Masyarakat harus mencatat nomor izin dan mengecek validitasnya dengan menghubungi layanan pengaduan OJK di nomor 021 500 655. Bila masyarakat mengalami penipuan berkedok investasi, segera laporkan ke kepolisian dan OJK.

Imbauan itu tak lepas dari maraknya praktik investasi “bodong” di mana pelaku kerap mengiming-imingi untung besar kepada nasabah. Akan tetapi saat jatuh tempo pengembalian keuntungan, nasabah sering mendapat janji palsu karena perusahaan investasi ternyata tak memiliki dana untuk dibayarkan (http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/13/05/17/mmy7b5-ojk-waspadai-investasi-dengan-pengembalian-tinggi).

Pihak kepolisian menyatakan, kasus investasi yang gagal bayar seperti ini biasanya akan meningkat menjelang Lebaran. "Kami khawatirkan banyak praktik koperasi berujung penipuan. Tinggal menunggu waktu saja, macetnya (gagal bayarnya) kapan. Terlebih menjelang lebaran, karena memang paket koperasi mereka merupakan tabungan untuk hari raya dan parcel lebaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, menjelang Idul Fitri Agustus 2012 lalu.

Kata dia, selama setahun terakhir saja sudah ada lima kasus investasi atau koperasi berujung pada penipuan uang nasabah dan investor di antaranya Koperasi Langit Biru (KLB), Gradasi Anak Negeri, Koperasi Putera Pandawa, dan Koperasi Al-Amanah. Rikwanto juga berharap kepada pihak berwenang yang terkait, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), agar ikut memantau izin operasional lembaga-lembaga investasi. Pasalnya, banyak ditemukan koperasi yang berdiri namun menyalahi izin. "Izinnya untuk A tapi pada praktiknya untuk B atau C," ujarnya mencontohkan.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur bunga atau bonus yang ditawarkan dengan angka tidak wajar. "Kadang koperasi menjanjikan keuntungan, dan ada beberapa (nasabah) yang mulai mendapat bonus. Lalu (si nasabah) promosi dari mulut ke mulut. Ketika nasabah makin banyak, pengurusnya lari," ujarnya (http://surabaya.okezone.com/read/2012/08/13/500/676971/hati-hati-penipuan-modus-investasi-jelang-lebaran).

OJK mencatat ada 29 perusahaan yang dilaporkan kepada lembaga itu dengan tuduhan menawarkan investasi liar atau bodong. Dan pada triwulan pertama 2013, sejak layanan informasi dan pengaduan masyarakat dibuka 21 Januari 2013, layanan konsumen keuangan terintegrasi (FCC) OJK telah menerima 124 pengaduan. Pengaduan perihal industri keuangan nonbank mendominasi dengan 88 pengaduan. Sebagian besar modusnya adalah berkedok investasi emas, serta modus perdagangan berjangka (forex trading). Laporan itu tengah ditindaklanjuti (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/05/16/09171397/Investasi.Bodong).

Jika dirinci, investasi bodong menurut OJK, memiliki ciri-ciri spesifik sebagai berikut:
1. Memberikan iming-iming tingkat imbal hasil yang sangat tinggi (high rate of return).
2. Jaminan bahwa investasi tidak memiliki risiko investasi (free risk).
3. Pemberian bonus dan cashback yang sangat besar bagi konsumen yang bisa merekrut konsumen baru.
4. Penyalahgunaan pemanfaatan testimoni dari para pemuka masyarakat/agama atau pejabat publik untuk memberi efek penguatan (endorsement) dan kepercayaan.
5. Janji kemudahan untuk menarik kembali aset yang diinvestasikan dan jaminan keamanan aset yang diinvestasikan (easy, flexible, and safe).
6. Jaminan pembelian kembali tanpa pengurangan nilai (buy back guarantee).
(http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/13/02/06/mhspkn-waspadalah-ini-6-ciri-investasi-bodong).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Nursya'bani Purnama mengatakan, istilah “investasi bodong” digunakan orang untuk menggambarkan investasi yang tidak jelas kepemilikannya. Maraknya kasus penipuan investasi ini kata dia, karena dipicu perilaku masyarakat sendiri yang lebih mengedepankan pertimbangan emosi ketika menerima penawaran investasi.
Program investasi bodong ini kata Nursya’bani, memiliki ciri-ciri antara lain: perusahaannya tidak jelas dan tidak memiliki kantor, tidak punya legalitas, tidak terdaftar di badan apapun yang mengawasi investasi, menjanjikan keuntungan yang pasti dengan waktu yang pasti (ditentukan sejak awal), menjanjikan keuntungan melebihi ketentuan yang dikeluarkan Bank Indonesia. “Perusahaan yang menawarkan investasi legal dipastikan akan menyodorkan nota kerjasama yang memiliki kekuatan hukum untuk mengikat kedua belah pihak,” ujar Nursya’bani mengingatkan (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/06/14/m5lksr-ini-tiga-jurus-jitu-hindari-investasi-bodong).

Prita Hapsari Ghozie, CEO dan chief financial planner ZAP Finance, mengatakan, masyarakat harus mencurigai hal-hal berikut ini: biasanya skema investasi yang berujung penipuan akan lancar dalam 1-2 tahun pertama. Kemacetan biasanya mulai terasa di atas tahun ketiga. “Kalau pembayaran bagi hasil mulai seret, waspada dan cepat tarik dana Anda,” tegasnya.

Prita juga mengingatkan, kasus penyelewengan dana nasabah juga terbukti terjadi pada lembaga yang lebih bonafid. Misalnya kasus investasi reksadana “bodong” PT Antaboga Delta Sekuritas yang dibeli melalui Bank Century. Atau pelarian dana nasabah Rp 245 miliar oleh Komisaris Utama PT Sarijaya Permana Sekuritas. Kasus ini baru terungkap ketika Bapepam-LK menemukan indikasi penyalahgunaan rekening efek (saham) nasabah oleh sang komisaris.

Memilih Manajer Investasi
Karena itu, memilih manajer investasi dalam perusahaan penerbit produk investasi pun menjadi penting. Jangan lupa, kata Prita, hingga kini nasabah yang uangnya dulu diinvestasikan dalam produk reksadana Antaboga, belum mendapat pengembaliannya. Hario Soeprobo, President Director First State Investment Indonesia, membagi tips memilih manajer investasi: cari yang memiliki reputasi internasional dengan asumasi si manajer memiliki pengalaman matang mengelola dana investasi. Carilah manajer investasi dengan pengalaman bertahun-tahun sebab produk pasar modal sudah berumur ratusan tahun pula.

Lalu, cari tahu siapa pengelola jasa manajemen investasi itu. “Lihat turn over orangnya,” kata Hario. Ibarat restoran, kokinya harus diketahui siapa dan sebaiknya koki itu tidak berganti-ganti. Selanjutnya, perhatikan pertumbuhan setiap produk yang dimiliki manajer investasi. Yang dicari adalah pertumbuhan yang stabil dalam kurun waktu beberapa tahun. “Lihat yang naik turunnya tidak terlalu tajam,” sambungnya. Pastikan mencari yang bisa memberi pertumbuhan secara rutin (http://www.republika.co.id/berita/humaira/sana-sini/13/02/26/mit8n6-ogah-kena-tipuan-investasi-bodong-ini-triknya).**

Data Inflasi - Bank Sentral Republik Indonesia

3 Tahun Terakhir dan Hubungannya Dengan Saham Salah
Satu Bank Pengertian Inflasi Kenaikan harga barang
dapat bersifat sementara atau berlangsung terus-menerus. Ketika kenaikan
tersebut berlangsung dalam waktu yang lama dan terjadi hampir pada seluru...



Bulan TahunTingkat Inflasi
Maret 20156.38 %
Februari 20156.29 %
Januari 20156.96 %
Desember 20148.36 %
Nopember 20146.23 %
Oktober 20144.83 %
September 20144.53 %
Agustus 20143.99 %
Juli 20144.53 %
Juni 20146.70 %
Mei 20147.32 %
April 20147.25 %
Maret 20147.32 %
Februari 20147.75 %
Januari 20148.22 %
Desember 20138.38 %
Nopember 20138.37 %
Oktober 20138.32 %
September 20138.40 %
Agustus 20138.79 %

Terserah Kita~

Cahaya langit malam
Ingin kuhapuskan
Agar dunia
Dipenuhi warna-warni

Masa depan kita...
Ada dalam genggaman kita...
Saat ini juga

Wahai kau yang mengintip diriku dari balik sebuah cermin
Adalah kepingan diriku
Yang belum kukenal

Aku sempat berpikir
Hanya ingin menyerah saja
Namun sesaat -Ku
Menolak untuk menyerah

Aku tidak ingin lagi merasakannya
Penyesalan dulu yang kurasakan
Saat itu juga aku -kan
Melangkah maju kedepan

Terbang keluar
Tanpa mencari alasan
Jika kau mencoba
Mencari-cari alasannya
Maka aku -kan menarikmu dan menahanmu

Masa depan kita
Hari esok kita
Tujuan hidup kita
Akan bagaimana - Itu terserah kita